polaslot138
polaslot138
polaslot138
polaslot138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
epicwin138
epicwin138
epicwin138
Dalam Waktu Delapan Bulan, 61,33 Hektare Lahan Hangus di Kota Cantik - Kalteng.co
Blog

Dalam Waktu Delapan Bulan, 61,33 Hektare Lahan Hangus di Kota Cantik – Kalteng.co

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Dalam waktu delapan bulan, 61,33 hektare lahan hangus di Kota Cantik. Akhir-akhir ini bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sedang marak-maraknya terjadi.

Terlebih lagi sudah selama satu pekan belakangan ini langit Kota Palangka Raya belum ada diguyur hujan. Hal ini diduga juga menjadi salah satu faktor penyebab terjadi kebakaran tersebut

Faktor minimnya curah hujan ini juga ditambah berdasarkan keterangan dari Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tjilik Riwut Palangka Raya. Dimana musim kemarau pada Agustus 2023 disertai fenomena El Nino, yang mana seringkali menyebabkan peningkatan suhu permukaan laut sehingga mengurangi curah hujan di beberapa wilayah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengatakan, bahwa dalam beberapa kurun waktu belakangan ini, karhutla memang kerap terjadi di kota ini.

“Dari data yang sudah kami kumpulkan berdasarkan penanganan selama ini, dihitung sejak Januari-Agustus 2023, karhutla sudah terjadi di Kota Palangka Raya ini sebanyak 144 kali,” katanya, Senin (14/8/2023) siang.

Dipaparkannya, dampak dari akibat kebakaran lahan tersebut seluas 61,33 hektar lahan yang tersebar di Palangka Raya ini hangus terbakar. Peristiwa kebakaran ini terjadi di sejumlah kecamatan.

“Sampai saat ini, berdasarkan data bahwa Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah tertinggi terjadi karhutla. Dimana telah terjadi 51 peristiwa kebakaran lahan kemudian Kecamatan Sabangau sebanyak 41 peristiwa,” paparnya.

Di sisi lain, Kecamatan Pahandut terjadi sebanyak 15 kali peristiwa kebakaran lahan dan Kecamatan Bukit Batu terjadi 4 kali peristiwa kebakaran lahan. Saat ini, hanya Kecamatan Rakumpit nol kasus terjadi kasus kebakaran hutan dan lahan, kita berharap hal tersebut terus dijaga.

Ia menjelaskan, meningkatnya kebakaran lahan terjadi mulai Mei – Agustus 2023. Pada Mei terjadi 18 kabakaran dengan luas 10 hektare lahan yang terbakar, kemudian Juni terjadi 36 kebakaran lahan dengan luas 15,62 hektare.

Lebih lanjut, pada Juli 2023 terjadi 24 kebakaran dengan luas lahan 14,29 hektare yang terbakar. Kemudian, pada Agustus 2023 sebanyak 33 kebakaran dengan lahan yang terbakar seluas 17,05 hektare. Pihaknya pun terus mengimbau masyarakat, upaya  mitigasi, dan pemadaman kebakaran lahan yang terjadi.

“Kita terus memberikan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat Kota Palangka Raya, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar pada musim kemarau karena dapat terjadi karhutla,” pungkasnya. (oiq)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *